Menurut Kantor Berita ABNA, sedikitnya 50 orang meregang nyawa dalam ledakan bom pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di kota Kabul Afghanistan, Selasa (20/11). Menurut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Wahid Majroh, insiden tersebut selain menelan korban jiwa sebanyak 50 orang juga menyebabkan korban luka-luka sebanyak 88 orang.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Najid Danish menyebutkan, dugaan awal ledakan bom berasal dari aksi bom bunuh diri.
Serangan mematikan tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 ketika acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw akan dimulai dan ayat-ayat suci Alquran sementara dibacakan. Acara Peringatan Maulid yang terselenggara di Aula Hotel Uranus tersebut dihadiri banyak ulama dan muballigh dengan total yang hadir lebih dari seribu orang.
Presiden Afghanistan dalam pernyataan sikapnya mengutuk insiden peledakan bom di pertemuan ulama yang memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad saw tersebut. Muhammad Asyraf Ghani menyebut, aksi terorisme tersebut adalah aksi anti Islam. Ia berkata, "Melakukan aksi teror di acara Maulid Nabi yang didalamnya hendak disampaikan pesan-pesan kedamaian dan rahmat Islam, menunjukkan wajah asli pelaku dan dalang dibaliknya yang bukan bagian dari Islam"
"Aksi teror biadab ini, adalah kejahatan kemanusiaan yang bertentangan dengan aturan dan ajaran Nabi Muhammad saw yang dengan tegas melarang dan mengharamkan ditumpahkannya darah kaum muslimin yang tidak berdosa." tegasnya.



